Bekerja Sama dengan Para Sahabat

Dalam sebuah perjalanan, Rasulullah dan para sahabat berhenti di suatu tempat untuk beristirahat dan makan siang. Beliau memerintahkan menyembelih seekor domba dan mempersiapkannya untuk makan siang.
            Salah seorang sahabat berkata, “Aku yang akan menyembelih domba itu.”
            Yang lain berkata, “Aku yang akan menguliti domba itu.”
            Seorang sahabat lagi berkata, “Aku yang akan memasaknya.”
            Melihat hal tersebut, Rasulullah Saw. berkata, “Aku yang akan mengumpulkan kayu bakar untuk kalian menyalakan apinya.”
            Kontan saja para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, biarkanlah kami yang mengumpulkan kayu bakar dan mempersiapkan api. Kami tidak ingin menyusahi dirimu.”
            Pribadi yang rendah hati dan penuh kasih sayang itu menjawab lembut, “Aku tahu itu, akan tetapi aku tidak ingin melebihkan diriku atas kalian dan menggantungkan kepada orang lain. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada hamba-Nya yang bergantung kepada orang lain.” (Ithaf Al-Sadat Al-Muttaqin:7/102)
            Meskipun seorang pemimpin, Rasulullah Saw. tidak bersantai-santai saja menunggu semua keperluannya terpenuhi. Beliau justru turun tangan langsung, bekerja sama dengan para sahabat untuk memenuhi kebutuhan bersama.

            Sebagai pemimpin, sudahkan kita mengikuti teladan beliau?




Daftar Pustaka : 
Lubis, Arif Rahman. 2013. Keajaiban Cinta Rasul. Depok: Indie Publishing.

Komentar