Malam yang menjanjikan (IX)
Menjelang sepertiga malam. Umairoh saat itu benar-benar tidak bisa tidur. Bukan karena belum ngantuk, insomnia, apalagi ingin begadang. Ia tidak bisa tidur, karena memikirkan lelaki di kafe tadi. Bukan. Bukan lelaki MLM itu. Tetapi lelaki di kasir itu. Astaga, apa benar dia Fulan. Jelas tampak berbeda dari Fulan sebelumnya. Rambutnya cepak belah satu, badannya tegap, mukanya sedikit beringas, dan yang ia tau muka Fulan selalu bermimik genit. Kalaupun Fulan, kenapa tidak menyapanya, sedikit senyum pun tidak. Heran. Tapi kenapa ia merasa dekat dan kenal dengan lelaki ini, dan kenapa pula lelaki ini tidak berani menatap matanya dan membalas senyumannya. Siapa dia? Siapa lelaki ini? Fulan? Benar, ia yakin lelaki ini adalah Fulan. Tapi? Ah… benar-benar membingungkan. Hanya sekitar tiga jam Iroh tertidur. Bangun dan lagi-lagi memikirkan lelaki yang mirip seperti Fulan. Bahkan sampai terbawa ke dalam mimpi. Terlihat dalam mimpi, seorang lelaki berjanggut panjang sedang berjihad dan ters...