Pengibaratan

Kisah Sebatang Pensil


            Ada sebuah cerita dimana sang anak bertanya kepada sang ayah, “yah, apa yang ayah lakukan dengan pensil itu ?” gumam sang anak, “sedang melukiskan dirimu nak…” jawab sang ayah, “maksud ayah? Seperti apa yah?” heran sang anak, “sini ayah jelaskan…” jawab sang ayah.
            Pensil ini digerakan oleh tangan, artinya setiap tingkah laku, sifat, dan perilaku kita itu adalah hasil manifestasi dari niat kita sebelumnya, seperti tangan yang menggerakan pensil, sama seperti niat hati kita juga yang menggerakan langkah kita kedepan untuk hidup didunia ini, jadi jangan sampai salah kita menggerakan niat jika ingin menghasilkan guratan kehidupan yang lebih baik.
Jenis pensil banyak macamnya, salah satunya yaitu yang ada penghapusnya, pensil yang memiliki penghapus diatasnya, lebih bagus daripada pensil yang tidak memiliki penghapus. Penghapus digunakan untuk menghapus tulisan yang salah, begitupun dengan kehidupan kita, seorang insan yang memiliki sikap muhasabbah atau sikap untuk mengevaluasi diri, akan senantiasa menghapuskan dirinya dari yang negatif, baik sikap atau sifatnya, perilakunya, pikirannya, dan lain-lain. Hal ini diperlukan sebagai manusia yang lebih baik lagi kedepannya.
            Pensil yang telah dituliskan biasanya akan membekas, tulisan-tulisan tersebut akan membekas pada kertas yang polos, sama seperti kita pertama kali lahir, bagaikan kertas polos yang nantinya akan dituliskan oleh berbagai macam coretan pensil, oleh karena itu jika kita ingin menjadi kertas yang enak dipandang, kita harus bisa menuangkan dan menuliskan hal-hal yang positif dan indah dikertas tersebut.
            Bicara dibulan suci Ramadhan ini ada hal istimewa yang bisa disangkutpautkan dengan pengibaratan sebuah pensil, bulan suci Ramadhan ini diibaratkan sebagai rautan yang siap memperuncing sebuah pensil hingga tajam, artinya kita dibulan suci Ramadhan ini diperuncing baik keimanan dan ketaqwaannya hingga menjadi manusia yang fitrah, menjadi suci kembali.


Bungkusan bolong dan tidak bolong


            Satu lagi pengibaratan yang menarik untuk disimak, yaitu sebuah bungkusan kertas yang bawahnya tidak bolong dan sebuah bungkusan kertas lainnya yang bawahnya bolong, apa maksudnya?
Pertama, sebuah bungkusan kertas yang bawahnya tidak bolong jika diisikan oleh sesuatu, misal kita isi dengan serbuk kayu maka serbuk kayu tersebut tidak akan jatuh, atau tertampung di bungkusan tersebut. Kedua, sebuah bungkusan kertas yang bawahnya bolong, jika bungkusan tersebut sama kita isi dengan serbuk kayu, maka serbuk kayu yang kali ini akan jatuh tidak akan tertampung pada bungkusan tersebut.
Dari pembahasan diatas, kita hubungkan dengan kebiasaan hidup kita, ketika kita menjadi seorang yang diibaratkan seperti bungkusan yang tidak bolong bawahnya, dan diisi oleh sesuatu hal yang negatif atau yang tidak kita harapkan, maka hal tersebut akan menetap dihati kita atau didalam diri kita, beda lagi dengan bungkusan yang bolong, maka sesuatu yang negatif tersebut akan hilang begitu saja tidak menetap didalam hati kita atau didalam diri kita.
Alasan kenapa dihubungkan dengan perasaan yang negatif, karena kebiasaan umat manusia yang selalu membawa dendam dan menetapkannya didalam hati mereka, sungguh hal tersebut membuat kita menjadi insan yang berakhlak negatif. Rasulullah mengajarkan kita untuk senantiasa selalu ikhlas dan sabar dalam menghadapi setiap masalah kehidupan, setiap ada permasalahan atau hal negatif yang menimpa kita, jadikan diri kita seperti bungkusan kertas yang bolong, artinya permasalahan tersebut kita sikapi dengan ikhlas, istiqomah, dan sabar supaya tidak menetap didalam hati kita, dan menjadikan kita hidup tenang dan bahagia baik didunia maupun diakhirat, Aamiin.


Kesimpulan


Maha besar Allah yang telah menciptakan dunia ini serta isi-isinya yang membuat manusia selalu bersyukur atas keridhoan-Nya, hikmah dan barokah yang selalu Allah berikan jangan kita lewatkan dengan sia-sia, sebagai muslim sejati yang taat, dengan rasa syukur dan senang hati kita bisa memperkuat keimanan dan ketaqwaan di bulan suci Ramadhan ini dengan menyadari kekurangan yang ada didalam diri kita dan memperbaikinya, sungguh senang rasanya jika kita mendapat diri kita yang fitrah setelah menempuh proses di bulan suci Ramadhan ini, Aamiin.

“Selamat menunaikan ibadah puasa dihari 10 terakhir dibulan suci Ramadhan ini, semoga kita bisa mendapatkan barokah, ampunan, dan dihindarkan dari api neraka. Mohon maaf lahir dan batin menyambut idul fitri ini, semoga kita bisa menjadi insan yang kembali fitrah dan siap menjadi insan yang lebih beriman dan bertaqwa”


Komentar