P2M... Bentuk kepedulian terhadap sesama
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selama 3 tahun saya telah menjalani kuliah di Universitas
Pendidikan Indonesia, P2M adalah cerita tersendiri yang saya dapatkan selama
saya menjadi mahasiswa UPI. P2M adalah program dari organisasi mahasiswa untuk
melakukan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari fungsi tridharma
perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian. Dan itu semua di
rancang, dijalani, dan dievaluasi oleh mahasiswa sehingga mahasiswa yang
menjalaninya dapat menempa kemampuan soft
skill-nya.
Alhamdulillah
saya sudah menjalani P2M sebanyak 2 kali, yaitu pada tahun 2013 dan tahun 2014,
beda cerita P2M yang pertama, dan beda pula P2M tahun kedua. Saya bisa
melaksanakan program P2M ini karena saya berperan aktif dan merupakan salah satu
anggota dari organisasi mahasiswa BEM KEMAKOM UPI, dan saya berada di
Departemen Advokasi Sosial dan Politik. BEM KEMAKOM merupakan ormawa prodi Ilmu
Komputer dan Pendidikan Ilmu Komputer, dan secara struktural BEM KEMAKOM
diketuai oleh yang namanya presiden, dan ketua Departemen yang namanya menteri.
Ketika menjadi anggota saya ditunjuk oleh menteri saya untuk menjadi ketua
pelaksana P2M tahun 2013, antara aneh, senang, bingung, dan bangga (nano-nano-lah) rasanya, karena ketika
itu saya minim sekali pengalaman menjadi ketua pelaksana. Mulailah
persiapan-persiapan yang kita lakukan untuk meracangang program P2M ini, mulai
dari survey tempat, merancang kegiatan acara, open recruitment peserta panitia, dan lain-lain.
Ada sesuatu unik, menarik, dan
menegangkan, selama persiapan survey berlangsung, ketika itu kita survey berempat
dari bandung menuju sukabumi menggunakan motor, sesampainya di sukabumi malam
hari dan hujan gerimis. Ada salah satu teman saya (sebut saja mawar)
mempunyai saudara di sukabumi, dan kita akan menginap di tempat saudaranya
tersebut, tetapi yang menjadi bahayanya teman saya ini lupa-lupa ingat rumah
saudaranya ini, dengan perasaan tak bersalah teman saya satu ini mengantarkan
kita menuju kesesatan dan desa antah berantah (sesat -,-)… untuk menuju
tempat saudara teman saya, kurang lebih 3 KM telah kita telusuri di kabupaten
sukabumi, kondisi jalan yang berlubang, kiri kanan jalan yang berhutan dan
terkadang jurang, cuaca yang dingin dan gelap tidak ada lampu kecuali lampu
motor, keputusasaan pun merongrong mental kami, tetapi dengan perjuangan
disertai doa yang kuat, sampailah kita menuju rumah saudara teman kita, dan
ketahuilah rumah saudara teman saya ini ternyata dekat pantai ujung genteng..
haha perjuangan yang keras dibalas dengan keindahan.
Berbulan-bulan dan berminggu-minggu
persiapan telah dilakukan. Akhirnya yang ditunggu-tunggu akan mulai yaitu
kegiatan P2M nya sendiri. Total peserta panitia yang mengikuti P2M tahun 2013 kurang
lebih 40 orang, dengan jumlah tersebut kita menyewa 1 bus, 1elf, dan beberapa
jumlah motor. Kita berangkat dipagi hari, dan sesampainya di sukabumi siang
hari, dengan jalan yang sempit, berliku, dan ada beberapa jalan yang amblas,
membuat kita terkendala menuju ke tempat kegiatan P2M nya yaitu desa nyalindung.
Sesampainya di desa nyalindung sore hari, kita langsung bersih-bersih tempat
penginapan, menyimpan barang-barang bawaan kami, dan menghubungi pihak-pihak
setempat. Pada malam harinya saya berinisiatif untuk mengajak warga ke tempat
penginapan kami untuk berkenalan dengan seluruh peserta panitia P2M.
Berkumpul dan berfoto ria sebelum
berangkat menuju tempat P2M yaitu desa nyalindung kabupaten sukabumi
Malam pertama, silaturahmi dan berfoto
bersama antar panitia dengan warga setempat
Warga-warga di desa nyalindung
tempat kita bernaung melaksanakan kegiatan P2M, sangat ramah, sopan, dan sangat
antusias atas kehadiran kita, mulai dari aparatur desa yaitu bapak sekertaris desa,
pa rt, pa rw, pemuda-pemudi setempat, sampai anak kecil yang masih belia, mereka
menyambut dan menganggap seperti warga atau tetangganya sendiri. Selain itu,
cinta lokasi pun bertebaran bukan saja antar panitia dengan panitia, tetapi
antar panitia dengan warga setempat pun ada, ada yang sering nge-modus-in
pemudi setempat, ada juga yang sering nge-modus-in anak kecil (pedofil), ada juga yang dijodohkan oleh
orang tua warga setempat, bahkan ada juga panitia lelaki yang memang dekat
dengan pemuda setempat (lelaki juga -_-),
sampai-sampai dicurigai modus-annya (maho
-_-). Keramahtamahan mereka dimulai pada saat survey terakhir di desa
nyalindung, dibuktikan dengan kita menginap di salah satu rumah warga, hingga
berakhirnya P2M kita tetap berhubungan memalui telepon ataupun media sosial (ini mah yang masih modus-modusan haha).
Salah satu panitia yang tertangkap
kamera sedang ngemodusin pemudi setempat.. haha ;p
Intinya, Selama 7 hari kita
melaksanakan P2M, banyak cerita suka duka, pesan kesan, unik, menarik, dan menegangkan
untuk kita nikmati dan kita kenang. Selama 7 hari pula kita juga melaksanakan
program P2M mulai dari mengajar siswa-siswi SD, SMP, SMA, guru-guru sekolah,
TIK ke pemuda-pemudi setempat, mengajar di madrasah, lomba masyarakat, lomba
keagamaan, pameran karya, penyuluhan kesehatan, belajar pupuk dan kesenian
musik bersama masyarakat, hingga seminar untuk guru-guru. Dan selama 7 hari
juga kita rutin melaksanakan ibadah wajib dan ibadah sunnah, berinteraksi antar
panitia dan dengan warga setempat, rapat bareng, makan bareng, tidur bareng
(tentunya ikhwan-ikhwan, akhwat-akhwat) dan TIDAK mandi bareng. Seluruh
kegiatan itu kita lakukan dengan jadwal yang padat, melelahkan, disiplin tetapi
sangat menyenangkan dan bermanfaat.
Judulnya menerjang matahari (bersama
siswa-siswa SD sebelum memulai upacara)
Belajar dan bermain alat musik
tradisional bersama warga setempat
Selesainya
P2M tahun 2013, harapan saya dan kita semua panitia adalah menjadi pribadi yang
lebih baik lagi, disiplin, bertanggung jawab, rajin beribadah, peka dan peduli
terhadap masyarakat dan lingkungan social, menjadi pemimpin yang amanah, dan
yang terpenting kita mendapatkan pengalaman, ilmu, pelajaran, dan pahala dari
P2M yang telah kita lakukan. Aamiinn.
Komentar
Posting Komentar