ayah ibu tanda kutip
Maukah kau menjadi seorang “ibu” untukku, tempatnya pulang
bagiku, tempat ternyaman untukku mengadu-ngadu, bermanja-manja, dan meminta
ini-itu, setelah seharian diluar harus tampil sebagai “lelaki perkasa”?
Maukah kau berperan sebagai “ibu” yang bersedia menjadi
‘telinga’ yang mau mendengarkan, menenangkan, membesarkan hatiku ketika pulang
membawa setumpuk masalah yang menguras effort
tenaga dan pikiran?
Maukah kau menjadi seorang “ibu” untuk diriku, yang bisa memperlakukan
sebagai ‘bocah’ atau ‘bayi besar’ yang manja, yang gemas, yang selalu tampak lucu
dikala bersamamu, setelah di luar sana tampil berwibawa bersama orang lain?
Maukah kau menjadikan aku seorang “ayah” yang bisa
dirindukan dan bisa dijadikan panutan, sebagai sosok ‘pelindung dan penenang hati’
yang bisa menenangkan dan menyayangimu setulus hati?
Maukah kau bersabar ketika seringkali sebagai “ayah”
dituntut untuk bersikap lebih tegar, keras, dan tegas? Sebagai sosok “ayah”
yang harus selalu terlihat kuat sehingga menangis buat seorang “ayah” adalah
hal yang memalukan
Maukah kau memahamiku sebagai “ayah” yang tegas walau saat
itu sebenarnya ingin memelukmu dan menangis bersamamu? Menjadi sosok “ayah”
yang selalu pintar menyembunyikan perasaannya walaupun itu sulit karena “ayah”
selalu ingin memberikan yang terbaik untuk seseorang yang dicintainya
Maukah kau sebagai “ibu” semakin cantik akhlaknya dan
semakin kuat ibadahnya? bersama-sama saling mengingatkan untuk tidak
ketinggalan shalat jamaah, tidak mengurangi halaman tilawah, semakin tertata ucap
lakunya, dan semakin matang sikapnya seiring usia
Maukah kau sebagai “ibu” dan diriku sebagai “ayah” untuk
selalu setia selamanya, saling memuliakan dan mengasihi sampai ajal memisahkan,
mewujudkan keluarga yang samara.. sakinah
yang benar-benar saling memberikan kenyamanan satu sama lain, mawadah yang selalu menjaga akhlak,
perbuatan, dan penampilannya tetap indah, warahmah
yang selalu setia, semakin bertambah usia semakin juga bertambah cintanya..
Komentar
Posting Komentar