all dead and gone
all dead and gone, sepenggal lirik dari Queen, terdengar multitafsir artinya, entah tentang kehilangan kekasih, teman, keluarga, apapun itu, intinya kehilangan...
lagu ini muncul di kepala ketika dikabarkan bahwa rumah tempat tinggal dulu akan terjual, secara logika saya tidak ada masalah, sudah siap segalanya, sudah pindah juga.. tapi entah dada terasa sesak, lama, aneh, campur aduk, agak berlebihan memang, tapi itulah yang terjadi, perasaannya nyata..
rumah itu secara fisik pasti akan hilang, tergantikan, tapi sadar tidak bisa kembali, pulang kembali, membuat hati sesak.. seolah-olah semuanya hilang, kehidupannya, lingkungannya, orang-orang sekitarnya, kenangannya, hilang, all dead and gone...
di rumah itu diriku tumbuh, bersama dengan orang-orang sekitar, keluarga, saudara, tetangga, teman, teman dekat, teman jauh, sahabat, cinta... juga, di rumah itu diriku hidup, beristirahat, berkeluh kesah, patah hati, senang, tertawa, gembira, patah hati lagi, sedih, menyendiri, di jam malam, sendiri, lari... ada masanya pergi dari rumah, pulang, ingin pergi, ingin pulang, alasan untuk pergi, untuk pulang kembali, tapi sekarang pergi tidak mungkin kembali, all dead and gone...
segala sesuatu nyatanya tidak bisa ditukar dengan material, juga kaitannya dengan fisik, dan logika, ada hal-hal yang sifatnya sentimentil, historikal, emosi, memori, dan hati.. oh ini ya kenapa orang tua resah dan berulah ketika rumahnya dijual, oh ini ya kenapa orang-orang miskin kota dan desa gusar dan melawan ketika tanahnya digusur, oh ini ya...
sadar, segala sesuatu didekat kita itu berharga, kehilangannya akan makin terasa, jaga sampai ikhlas... semoga tidak akan ada lagi all dead and gone, semoga bisa kuat dan ikhlas menghadapinya, semoga...
Komentar
Posting Komentar